SEKILAS PERAWATAN TANAMAN KELAPA SAWIT
Tanaman kelapa sawit dinyatakan sebagai tanaman menghasilkan (TM) bila 65% dari populasi tanaman (blok) bisa dipanen dengan kriteria buah yang matang dengan ketentuan rata-rata berat buah >3 Kg.
A.Perawatan TM terdiri dari:
1.Pengendalian gulma
2.Pengendalian hama dan penyakit
3.Pemupukan
1.Gulma yaitu tumbuhan yang tidak diinginkan untuk hidup dan yang dapat mengganggu tanaman utama juga merugikan perusahaan.
Jenis-jenis gulma di perkebunan :
a)Grasses (Germinae : berdaun pita)
b)Broad leaf (Berdaun lebar) seperti anak-anak kayu (wood pland)
c)Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan
d)Teki-tekian (sedges)
a)Grasses (berdaun pita)
Lalang (Imperata cylindrica)
Akar lalang dapat mengeluarkan racun melalui akar yang disebut racun Allelopati. Allelopati bekerja dengan membungkus ujung-ujung akar tanaman utama sehingga tanaman tidak bisa menyerap unsur hara.
Pengendalian lalang
Pengendalian lalang dengan menggunakan herbisida systemik jenis Glyphosate seperti : Round UP, Klin UP, Basmilang, Smart. Biasanya berbahan aktif + 36%
Broad Leaf ( berdaun lebar)
Ini merupakan tanaman-tanaman seperti tanaman anak-anak kayu, kudzu, dll
Pengendaliannya anak-anak kayu, tanaman puti-putian :
Ada 3 (tiga) cara :
1.Manual seperti dongkel, babat, dan cabut.
2.Chemis (herbisida 2.4.D. Amine) seperti DMA6, Ally
3.Biologis (dengan menggunakan ulat yang hanya mau memakan daun puti-putian saja).
Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan
Sistem syaraf tanaman ini tidak saling berhubungan sehingga tidak efektif bila di chemis dengan herbisida sistemik. Namun lebih efektif bila menggunakan herbisida kontak yang berbahan aktif Paraquat (cara kerjanya oksidator) seperti Gramoxone, Nortone, Paracol. Penyemprotan dengan menggunakan volume tinggi.
Teki-takian (Sedges) kerisan
Memiliki umbi sehingga umbinya dapat tumbuh kembali hingga sulit dikendalikan dan harus dilakukan berkali-kali.
B. Daya Bunun Racun (Letal Dosis ”LD”)
Letal Dosis dapat dihitung misal :
LD = 50 Round UP 6000
Berat sasaran = 40 Kg
Maka = 40 x 6000 ml = 240 ml
Jadi jumlah miligram racun per Kg berat sasaran yang mengakibatkan kematian 50%
C.3 Penyemprotan (Weeding)
1.Weeding circle (piringan)
2.Harvesting pathi (pasar pikul)
3.Introw (gawangan)
Untuk areal yang banyak pakis-pakisan dapat menggunakan herbisida berbahan aktif Paraquat seperti Gramoxone, Noxone
Untuk gulma umum menggunakan herbisida berbahan aktif Glyposat seperti Round Up, Smart, dll
Untuk gulma berdaun lebar/ anak kayu dapat menggunakan herbisida berbahan aktif 2.4.D. Amin seperti DMA 6, Ally
Guna dibersihkan piringan ialah :
1.Memudahkan pengutipan berondolan
2.Untuk media penaburan pupuk agar tidak berkompetisi dengan gulma dalam pengambilan unsur hara.
Alat semprot yang digunakan ada dua yaitu :
1. Micron Herby
2. CKS (Conventional Kanpsack Sprayer) pompa gendong misal bermerek ”SOLO”
D.Perhitungan Penyemprotan
Ada 3 (tiga) dalam penyemprotan yaitu :
1.Dosis (L/ha)
2.Konsentrasi (ml/L, gr/L, dan
Persen (%)
3.Kalibrasi (L/ha)
Kalibrasi sistem waktu
Contoh :
1. Flow Rate (FR ml/60 detik)
I. 350 ml
II. 340 ml
III. 310 ml +
Jumlah : 950 ml
Rata-rata : 950 : 3 = 317 ml
3.Lebar Semprot(Swhot) 1,2 m
4.Kecepatan jalan (Speed Walking) (m/detik) 1m/detik
Jadi jumlah volume air 1 ha adalah :
CARA 1 :
= 100 m/(1,2 m/1m/s)
= 1,2 m2/s = 833 m-1s
= 100m * 83,33 m-1s = 8.333 s/60 s
= 139 menit
Volume Blanket = 139/menit * FR = 139/menit * 317 ml = 44.063 L/Ha blanket
Cara II
Volume air blanket = Luas Areal (1Ha)/(Kecepatan Jalan(m/s) * Lebar Semprot (m))
= 10.000 m2/Ha/ (1,2m*1m/s)= 10.000m2/(1,2m2/s)=8.333 s/60s
= 139 menit
Maka Volume Air = 139 menit * FR = 139 * 317ml = 44.063 L/Ha blanket
MENGHITUNG VOLUME SEMPROT PADA AREAL KELAPA SAWIT
Jari-jari (R) cyrcle = 2,5 m
Luas cyrcke = 3,14 x 2,52 m = 19,6m2
Jari-jari bonggol = 3,14 x 0,5 2 m = 0,75m2
Jadi luas yang disemprot :
= 19,6m2 – 0,7m2 = 19m2
Luas 1ha tanaman :
= 128 phn x 19m2 = 2432 m2
Pasar pikul (Harvesting path) :
= 650 m2
Jumlah gawangan 100m/8,2m* :
= 12 + 1 = 13 gawangan
Gawangan hidup 13/2= 6,5
Luas gawangan yang disemprot
= 6,5 x 100 m = 650 m x 1,2 m = 780 m2
Jadi luas keseluruhannya yang disemprot
= 2.432 m2 + 780m2 = 3.212 m2 atau 1/3 dari total luas 1ha blanket
Panjang jalan (waktu) yang dijalani operator dari 1 cyrcle
= 2 x 3,14 x 1,5m = 9,42 m x (Speed walking 1m/detik)
= 9,5 detik or 10 detik/pkk
1ha = 128 phn x 10detik = 1280 detik/60 detik = 21 menit
Perpindahan (waktu) dari pohon ke pohon yaitu :
= 9,5m x Speed Walking (1m/detik) = 9.5 detik = 10 detik/pkk
= 10 detik/pkk = 128 pkk x 10 detik/pkk = 1280 detik/60 detik
= 21 menit + 21 menit
= 42 menit + 15 menit pengisian
total waktu yang dibutuhkan = + 1 jam/ha
Volume larutan semprot gawangan dan pasar pikul pada populasi 128 pkk/ Ha yaitu :
= 44.063 ml/1.000 ml = 44 L
= 1/3 x 44 L = 14,6 L = 15 L
Dosis Round Up = 200 L/ha
1/3 x 2000 ml = 700 cc
Jadi pelarutannya yaitu
= 15 L - (700 cc/ 1.000 cc)
= 14,3 L/Ha
E.Pemeliharaan TM
Pengendalian gulma
Pengendalian hama dan penyakit
Penunasan
Pengembilan contoh daun
Pemupukan
Pengawetan tanah
Pemeliharaan jalan dan titi.
Hama
1.Tikus
2.Oryctes
3.Ulat api
4.Manusia
1.Tikus
Pengendalian menggunakan :
Klerat (terbuat dari abu ikan + dedak + menir + parafin)
Racumin atau Zinpospit + cat air unilex. Pengecetan pada 3 pelepah bagian bawah sepanjanag 20cm
2. Oryctes rhinoceros
Ada 3 (tiga) metoda pengendalian Oryctes yaitu :
Hormon seperti Veramon
Racun Marsal
Sanitasi
3.Ulat api (leaf eater)
a. Cara kimia
Fogging (solar + racun insektisida pernapasan atau kontak + pelarut Emulgator). Dengan menggunakan alat Fogger atau Fulsfol.
Trun Injection (suntik batang)
Root Infuse (infus akar). Campurkan air 50% + Azordin 50% sekitar 10cc – 20cc lalu masukkan kedalam plastik es liling dan akar dipotong runcing lalu masukkan akar pada plastik lilin dan ikat.
b. Cara biologis
Bacillus turingensis
Thericide
Bactospain
Caranya disemprotkan dengan Mist Blower
Setelah ulatnya mati, bakeri tersebut akan berkembang di ulat api, lalu ulat api yang mati dikumpulkan lau dibiarkan sampai bakteri berkembang lagi (berbau) lau diblender, disaring, dan digunakan kembali. Ini disebut (denso virus).
F.Penyakit Disease
Ganoderma
Crown disease
Ciri – ciri Ganoderma
Warna daun menguning
Sebagian daun sengkleh kebawah
Pucuk-pucuk daun tidak memecah
Ada jamur kuping gajah (Frooting body)
Bis patah batang
Penanganan
Penimbunan batang (Mounding sistem) agar buah sempat matang
Menekan penyebaran
Membuat parit isolasi dipertengahan barisan segi empat mengelilingi lubang tanaman yang mati dengan lebar parit tidak terlalu kecil dan kedalaman sedalam cangkul.
Dipertengahan kotak dibuat lubang ukuran 1 x 1 x 0,8 m kemudiaan ditaburkan belerang 2kg.
NB : saat penyangkulan tanah tidak diperkenankan dibuang keluar kotak, akar-akar dibakar kemudian diberi Tricoderma dilobang dan dicampur sekam.
G. Pengambilan Contoh Daun (PCD) atau Leaf Sempling Unit (LSU)
1 LSU untuk 1 blok
1 LSU minimal 30 – 40 pohon
Setiap pohon sempel diberi tanda seperti LSU 1
Peleah yang diambil adalah pelepah nomor 17.
Pengembilan secara menyebar
1 pelepah 8 contoh daun
A.Perawatan TM terdiri dari:
1.Pengendalian gulma
2.Pengendalian hama dan penyakit
3.Pemupukan
1.Gulma yaitu tumbuhan yang tidak diinginkan untuk hidup dan yang dapat mengganggu tanaman utama juga merugikan perusahaan.
Jenis-jenis gulma di perkebunan :
a)Grasses (Germinae : berdaun pita)
b)Broad leaf (Berdaun lebar) seperti anak-anak kayu (wood pland)
c)Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan
d)Teki-tekian (sedges)
a)Grasses (berdaun pita)
Lalang (Imperata cylindrica)
Akar lalang dapat mengeluarkan racun melalui akar yang disebut racun Allelopati. Allelopati bekerja dengan membungkus ujung-ujung akar tanaman utama sehingga tanaman tidak bisa menyerap unsur hara.
Pengendalian lalang
Pengendalian lalang dengan menggunakan herbisida systemik jenis Glyphosate seperti : Round UP, Klin UP, Basmilang, Smart. Biasanya berbahan aktif + 36%
Broad Leaf ( berdaun lebar)
Ini merupakan tanaman-tanaman seperti tanaman anak-anak kayu, kudzu, dll
Pengendaliannya anak-anak kayu, tanaman puti-putian :
Ada 3 (tiga) cara :
1.Manual seperti dongkel, babat, dan cabut.
2.Chemis (herbisida 2.4.D. Amine) seperti DMA6, Ally
3.Biologis (dengan menggunakan ulat yang hanya mau memakan daun puti-putian saja).
Pakis-pakisan (fern) paku-pakuan
Sistem syaraf tanaman ini tidak saling berhubungan sehingga tidak efektif bila di chemis dengan herbisida sistemik. Namun lebih efektif bila menggunakan herbisida kontak yang berbahan aktif Paraquat (cara kerjanya oksidator) seperti Gramoxone, Nortone, Paracol. Penyemprotan dengan menggunakan volume tinggi.
Teki-takian (Sedges) kerisan
Memiliki umbi sehingga umbinya dapat tumbuh kembali hingga sulit dikendalikan dan harus dilakukan berkali-kali.
B. Daya Bunun Racun (Letal Dosis ”LD”)
Letal Dosis dapat dihitung misal :
LD = 50 Round UP 6000
Berat sasaran = 40 Kg
Maka = 40 x 6000 ml = 240 ml
Jadi jumlah miligram racun per Kg berat sasaran yang mengakibatkan kematian 50%
C.3 Penyemprotan (Weeding)
1.Weeding circle (piringan)
2.Harvesting pathi (pasar pikul)
3.Introw (gawangan)
Untuk areal yang banyak pakis-pakisan dapat menggunakan herbisida berbahan aktif Paraquat seperti Gramoxone, Noxone
Untuk gulma umum menggunakan herbisida berbahan aktif Glyposat seperti Round Up, Smart, dll
Untuk gulma berdaun lebar/ anak kayu dapat menggunakan herbisida berbahan aktif 2.4.D. Amin seperti DMA 6, Ally
Guna dibersihkan piringan ialah :
1.Memudahkan pengutipan berondolan
2.Untuk media penaburan pupuk agar tidak berkompetisi dengan gulma dalam pengambilan unsur hara.
Alat semprot yang digunakan ada dua yaitu :
1. Micron Herby
2. CKS (Conventional Kanpsack Sprayer) pompa gendong misal bermerek ”SOLO”
D.Perhitungan Penyemprotan
Ada 3 (tiga) dalam penyemprotan yaitu :
1.Dosis (L/ha)
2.Konsentrasi (ml/L, gr/L, dan
Persen (%)
3.Kalibrasi (L/ha)
Kalibrasi sistem waktu
Contoh :
1. Flow Rate (FR ml/60 detik)
I. 350 ml
II. 340 ml
III. 310 ml +
Jumlah : 950 ml
Rata-rata : 950 : 3 = 317 ml
3.Lebar Semprot(Swhot) 1,2 m
4.Kecepatan jalan (Speed Walking) (m/detik) 1m/detik
Jadi jumlah volume air 1 ha adalah :
CARA 1 :
= 100 m/(1,2 m/1m/s)
= 1,2 m2/s = 833 m-1s
= 100m * 83,33 m-1s = 8.333 s/60 s
= 139 menit
Volume Blanket = 139/menit * FR = 139/menit * 317 ml = 44.063 L/Ha blanket
Cara II
Volume air blanket = Luas Areal (1Ha)/(Kecepatan Jalan(m/s) * Lebar Semprot (m))
= 10.000 m2/Ha/ (1,2m*1m/s)= 10.000m2/(1,2m2/s)=8.333 s/60s
= 139 menit
Maka Volume Air = 139 menit * FR = 139 * 317ml = 44.063 L/Ha blanket
MENGHITUNG VOLUME SEMPROT PADA AREAL KELAPA SAWIT
Jari-jari (R) cyrcle = 2,5 m
Luas cyrcke = 3,14 x 2,52 m = 19,6m2
Jari-jari bonggol = 3,14 x 0,5 2 m = 0,75m2
Jadi luas yang disemprot :
= 19,6m2 – 0,7m2 = 19m2
Luas 1ha tanaman :
= 128 phn x 19m2 = 2432 m2
Pasar pikul (Harvesting path) :
= 650 m2
Jumlah gawangan 100m/8,2m* :
= 12 + 1 = 13 gawangan
Gawangan hidup 13/2= 6,5
Luas gawangan yang disemprot
= 6,5 x 100 m = 650 m x 1,2 m = 780 m2
Jadi luas keseluruhannya yang disemprot
= 2.432 m2 + 780m2 = 3.212 m2 atau 1/3 dari total luas 1ha blanket
Panjang jalan (waktu) yang dijalani operator dari 1 cyrcle
= 2 x 3,14 x 1,5m = 9,42 m x (Speed walking 1m/detik)
= 9,5 detik or 10 detik/pkk
1ha = 128 phn x 10detik = 1280 detik/60 detik = 21 menit
Perpindahan (waktu) dari pohon ke pohon yaitu :
= 9,5m x Speed Walking (1m/detik) = 9.5 detik = 10 detik/pkk
= 10 detik/pkk = 128 pkk x 10 detik/pkk = 1280 detik/60 detik
= 21 menit + 21 menit
= 42 menit + 15 menit pengisian
total waktu yang dibutuhkan = + 1 jam/ha
Volume larutan semprot gawangan dan pasar pikul pada populasi 128 pkk/ Ha yaitu :
= 44.063 ml/1.000 ml = 44 L
= 1/3 x 44 L = 14,6 L = 15 L
Dosis Round Up = 200 L/ha
1/3 x 2000 ml = 700 cc
Jadi pelarutannya yaitu
= 15 L - (700 cc/ 1.000 cc)
= 14,3 L/Ha
E.Pemeliharaan TM
Pengendalian gulma
Pengendalian hama dan penyakit
Penunasan
Pengembilan contoh daun
Pemupukan
Pengawetan tanah
Pemeliharaan jalan dan titi.
Hama
1.Tikus
2.Oryctes
3.Ulat api
4.Manusia
1.Tikus
Pengendalian menggunakan :
Klerat (terbuat dari abu ikan + dedak + menir + parafin)
Racumin atau Zinpospit + cat air unilex. Pengecetan pada 3 pelepah bagian bawah sepanjanag 20cm
2. Oryctes rhinoceros
Ada 3 (tiga) metoda pengendalian Oryctes yaitu :
Hormon seperti Veramon
Racun Marsal
Sanitasi
3.Ulat api (leaf eater)
a. Cara kimia
Fogging (solar + racun insektisida pernapasan atau kontak + pelarut Emulgator). Dengan menggunakan alat Fogger atau Fulsfol.
Trun Injection (suntik batang)
Root Infuse (infus akar). Campurkan air 50% + Azordin 50% sekitar 10cc – 20cc lalu masukkan kedalam plastik es liling dan akar dipotong runcing lalu masukkan akar pada plastik lilin dan ikat.
b. Cara biologis
Bacillus turingensis
Thericide
Bactospain
Caranya disemprotkan dengan Mist Blower
Setelah ulatnya mati, bakeri tersebut akan berkembang di ulat api, lalu ulat api yang mati dikumpulkan lau dibiarkan sampai bakteri berkembang lagi (berbau) lau diblender, disaring, dan digunakan kembali. Ini disebut (denso virus).
F.Penyakit Disease
Ganoderma
Crown disease
Ciri – ciri Ganoderma
Warna daun menguning
Sebagian daun sengkleh kebawah
Pucuk-pucuk daun tidak memecah
Ada jamur kuping gajah (Frooting body)
Bis patah batang
Penanganan
Penimbunan batang (Mounding sistem) agar buah sempat matang
Menekan penyebaran
Membuat parit isolasi dipertengahan barisan segi empat mengelilingi lubang tanaman yang mati dengan lebar parit tidak terlalu kecil dan kedalaman sedalam cangkul.
Dipertengahan kotak dibuat lubang ukuran 1 x 1 x 0,8 m kemudiaan ditaburkan belerang 2kg.
NB : saat penyangkulan tanah tidak diperkenankan dibuang keluar kotak, akar-akar dibakar kemudian diberi Tricoderma dilobang dan dicampur sekam.
G. Pengambilan Contoh Daun (PCD) atau Leaf Sempling Unit (LSU)
1 LSU untuk 1 blok
1 LSU minimal 30 – 40 pohon
Setiap pohon sempel diberi tanda seperti LSU 1
Peleah yang diambil adalah pelepah nomor 17.
Pengembilan secara menyebar
1 pelepah 8 contoh daun
Cofy by budianto